Program Literasi

 ROGRAM LITERASI SEKOLAH 

SMP NEGERI 1 SUSUT 

  1. Pendahuluan 

Literasi adalah kemampuan untuk membaca, menulis dan membangun komunikasi. Membaca salah satu kegiatan dalam berliterasi. Membaca merupakan keterampilan dalam proses pembelajaran karena membaca siswa dapat memperoleh berbagai sumber informasi. Literasi dapat menjadi sarana bagi siswa dalam mengenal dan memahami ilmu yang didapatkan di sekolah yang memiliki manfaat untuk meningkatkan nilai mata pelajaran dan meningkatkan kreativitas siswa dalam berpikir. Melalui membaca siswa dapat menyerap pengetahuan yang bermanfaat bagi kehidupannya. 

Literasi merupakan keterampilan penting bagi hidup. Psoses pendidikan begantung pada kemampuan dan kesadaran literasi. Literasi yang tertanam dalam diri siswa memengaruhi tingkat keberhasilan. Literasi memerlukan dorongan dan motivasi yang tinggi, karena sangat lemahnya minat pembaca. Kurangnya minat literasi tentu akan berdampak buruk pada kemajuan bangsa dan negara Indonesia. Dalam dunia pendidikan minat baca siswa sangat rendah. Hal ini disebabkan oleh berbagai hambatan seperti; perpustakaan sekolah yang kurang memadai, kurangnya buku dan sumber bacaan, lingkungan yang tidak mendukung, guru dan orang tua kurang mendorong siswa untuk rajin membaca, siswa kecanduan game sehingga malas untuk membaca, dan siswa kurang aktif dalam membaca. Para siswa lebih banyak menghabiskan waktunya untuk bermain daripada membaca buku. 

Secara luas, literasi yang dimaksud disini lebih dari sekedar membaca dan menulis. Literasi juga mencangkup bagaimana seseorang berkomunikasi dalam masyarakat. Literasi juga bermakna praktik dan hubungan sosial yang terkait dengan pengetahuan, budaya, dan kecakapan menggunakan beragam seperti bahasa ibu, bahasa nasional maupun bahasa internasional. 

Gerakan literasi sekolah adalah gerakan yang bertujuan untuk menjadikan sekolah sebagai tempat untuk belajar (membaca dan menulis) agar warganya bisa selalu literat sepanjang hidup dengan melibatkan peran masyarakat. Gerakan literasi sekolah ini wajib digalakkan karena minat membaca dan menulis masyarakat Indonesia masih tergolong minim. Program literasi sekolah ini diharapkan mampu membangkitkan minat membaca dan menulis sejak dini. Sekolah dapat menjadi sebuah gerakan literasi selain menanamkan budaya membaca dan menulis juga untuk menumbuhkan sikap budi pekerti luhur kepada 

anak-anak. Sederhananya, setiap anak di sekolah dasar maupun menengah diwajibkan membaca buku-buku bacaan cerita lokal dan cerita rakyat yang memiliki kearifan lokal dalam materi bacaannya sebelum pelajaran kelas dimulai. Guru memiliki peran penting dalam merangsang siswa untuk belajar, sehingga dalam melaksanakan pembelajaran, guru harus menggunakan pendekatan yang komprehensif serta progresif agar bisa meotivasi rasa ingin tahu siswa dan memicu mereka untuk berpikir kritis. 

Gerakan literasi akan berhasil apabila mendapat dukungan dari guru di sekolah, orang tua, perpustakaan, pemerintah, dan pihak swasta pun harus bersama-sama mendukung mewujudkan gerakan literasi. 

  1. Tujuan literasi sekolah 
  2. Tujuan Umum 

Tujuan umum gerakan literasi sekolah adalah menumbuhkan minat baca, kecakapan berbahasa dan menulis, mengembangkan budi pekerti para peserta didik agar menjadi insan yang literat. 

  1. Tujuan khusus 

Tujuan khususnya adalah sebagai berikut. 

  1. Membentuk budaya baca/ literasi di lingkungan sekolah. 
  2. Meningkatkan insan literat di sekolah maupun di masyarakat. 
  3. Meningkatkan wawasan dan pengetahuan peserta didik. 
  4. Menjadi wadah untuk menumbuhkan strategi membaca, sehingga literasi menjadi sebuah pembiasaan. 

III. Prinsip dasar gerakan literasi sekolah sebgai berikut : 

Prinsip literasi sekolah merupakan pedoman yang mendasari gerakan literasi sekolah. Adapun prinsip literasi sekolah adalah sebagai berikut. 

  1. Literasi sekolah harus disesuaikan dengan perkembangan peserta didik berdasarkan karakteristiknya. 
  2. Pelaksanaannya harus berimbang dengan berbagai jenis/ragam teks serta memperhatikan hal-hal yang dibutuhkan peserta didik. 
  3. Berlangsung secara terintegrasi dan menyeluruh untuk semua kurikulum. 
  4. Literasi sekolah harus dijalankan secara berkelanjutan. 
  5. Literasi harus disertai kegiatan kecakapan dalam berkomunikasi secara lisan. 
  1. Dilakukan dengan mempertimbangkan keberagaman. 
  2. Literasi dilaksanakan dengan membudayakan tiga bahasa yaitu Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, dan Bahasa Bali 

IV. Manfaat Gerakan Literasi Sekolah sebagai berikut : 

Manfaat gerakan literasi sekolah adalah sebagai berikut: 

  1. Meningkatkan minat baca peserta didik dan mampu menambah kosa kata. 
  2. Meningkatkan pemahaman mata pelajaran bahasa 
  3. Menambah informasi dan wawasan baru. 
  4. Meningkatkan kreativitas peserta didik dalam menulis dan menyusun kata-kata. 
  5. Mengasah daya ingat melalui membaca. 
  6. Meningkatkan dan menumbuhkan kecakapan berbahasa dan menulis
    1. Menumbuhkan dan mengembangkan budi pekerti para peserta didik. Melaksanakan kegiatan literasi baik dengan membaca sebuah buku, menyimak cerita/ informasi dan, menulis informasi yang ditemukan sebelum pelajaran dimulai di lingkungan sekolah yang dilaksanakan setiap hari Selasa selama 30 menit dan menyampaikan hasil literasi oleh perwakilan peserta didik secara prakarsa. 
    2. Melaksanakan pembiasaan melakukan kegiatan literasi di dalam kelas sebelum inti pembelajaran dimulai, yang diatur oleh masing-masing guru mata pelajaran. 
    3. Menyediakan Pojok Literasi di perpustakaan, taman, kelas maupun lokasi manapun yang nyaman di lingkungan sekolah 
    4. Memposting gambar/cerita kegiatan literasi di media sosial. 
    5. Setiap siswa wajib membuat jurnal harian kegiatan Literasi. 
    6. Sosialisasi meminta dan memotivasi peserta didik untuk senantiasa melakukan kegiatan literasi, berkunjung ke perpustakaan dan membuka perpustakaan digital serta mendorong peserta didik untuk membuat karya (mading, mengarang, puisi, membuat esai, poster, dll). 

V. Nama kegiatan literasi sekolah : 

Nama kegiatan literasi di SMP Negeri 1 Susut adalah “GELIGA” Gerakan Literasi Tiga Bahasa 

VI. Program literasi sekolah sebagai berikut : 

  1. Mengikuti kegiatan lomba- lomba berkaitan dengan literasi yang dilaksanakan ditingkat sekolah, kabupaten, provinsi maupun nasional. 
  2. Melakukan monitoring dan evaluasi terhadap pelaksanaan kegiatan literasi di akhir bulan. 
  3. Memberi reward kepada siswa yang mendapatkan nilai terbaik dalam bidang literasi. 

VII. Pelaksanaan literasi sekolah sebagai berikut : 

A. Harian 

1. Melaksanakan kegiatan literasi di dalam kelas, diatur oleh masing- masing guru mata pelajaran. 

2. Berkunjung ke perpustakaan sekolah maupun perpustakaan digital dan pojok baca. 

B. Mingguan 

1. Melaksanakan kegiatan literasi di lingkungan sekolah setiap hari Selasa 

2. Menyampaikan hasil literasi 

C. Bulanan 

1. Melaksanakan kegiatan membuat mading sekolah dengan tema yang berbeda setiap bulan. 

2. Memperbaharui buku- buku pada pada pojok baca. 

3. Melaksanakan monitoring dan evaluasi terhadap kegiatan literasi. 

D. Semester 

1. Melaksanakan kegiatan lomba- lomba literasi ( cipta/ baca puisi, cerpen, dialog/ drama, pidato, dan lain sebagainya) yang dirangkaikan dengan kegiatan bulan bahasa maupun event lainnya. 

VIII. Sasaran 

A. Siswa 

B. Guru 

C. Pegawai 

D. Perpustakaan 

  1. Monitoring dan Evaluasi 

Monitoring dan evaluasi dilakukan oleh pemangku kepentingan bersama tim untuk mengumpulkan informasi mengenai implementasi pelaksanaan literasi. Berkaitan dengan kendala/ masalah yang ditemukan dan memberikan alternatif solusi serta penguatan pelaksanaan literasi sekolah. 

Program literasi dianggap berhasil apabila : 

  1. Persentase kegiatan literasi secara keseluruhan dianggap berhasil jika telah memenuhi 70% peserta didik membuat jurnal literasi, dengan batas minimal siswa mencatat hasil kegiatan literasi minimal tiga sumber bacaan/ informasi yang dikerjakan oleh masing- masing siswa sesuai dengan format jurnal yang telah ditetapkan. 
  2. Terciptanya mading kelas di masing-masing kelas dengan tema yang berbeda di setiap bulan. 
  1. Penutup 

Demikianlah program ini dibuat ini dibuat. Semoga dapat menggambarkan kegiatan yang dimaksud serta dapat dijadikan kerangka acuan kerja. 

Nyalanesia bekerja sama dengan ribuan guru dan kepala sekolah di seluruh Indonesia untuk bersama-sama membangun jembatan literasi agar setiap anak punya kesempatan untuk mewujudkan mimpi.

Pendidikan adalah alat untuk melawan kemiskinan dan penindasan. Ia juga jembatan lapang untuk menuju rahmat Tuhan dan kebahagiaan.

Mendidik adalah memimpin,
berkarya adalah bernyawa.

Nyalanesia bekerja sama dengan ribuan guru dan kepala sekolah di seluruh Indonesia untuk bersama-sama membangun jembatan literasi agar setiap anak punya kesempatan untuk mewujudkan mimpi.

Pendidikan adalah alat untuk melawan kemiskinan dan penindasan. Ia juga jembatan lapang untuk menuju rahmat Tuhan dan kebahagiaan.

Mendidik adalah memimpin,
berkarya adalah bernyawa.

Artikel Terkait